Postingan

CONTOH PROPOSAL

Gambar
Untuk memenuhi tugas penulisan Softskill Bahasa Indonesia #1 kali ini saya memposting contoh proposal yang saya kutip langsung dari Proposal  Generasi Unggulan Nusantara 15-16 Maret 2014 Festifal Beladiri Taekwondo Karate. Namun ada beberapa bagian yang saya hilangkan tetapi tidak mengurangi isi daripada sususan proposal tersebut. KEJUARAAN  TAEKWONDO GENERASI UNGGULAN NUSANTARA I.                    PENDAHULUAN GENERASI MERDEKA BERPRESTASI OLAH RAGA DAN MANDIRI Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki kepribadian dan jati diri yang kokoh berlandaskan semangat kemandirian, kekuatan bersama dan berwawasan yang luas tentang bangsa Indonesia ini. Persatuan dan kesatuan bangsa harus dipererat oleh seluruh eksponen dan komponen bangsa Indonesia.

THANK YOU & GOOD BYE

Gambar
Cinta... C I N T A Terdiri dari 1 kata dan 5 huruf tetapi mempunyai arti yang sangat luas. Cinta... C I N T A Aku juga tidak mengerti apa itu cinta? Namun setelah aku merasakan apa itu cinta, aku tidak bisa mendefinisikannya dengan kata-kata. Yang aku tahu,  dengan cinta aku bisa merasakan semua perasaan yang ada dihidup ini. Rasa sayang, senang, sedih, kecewa, marah, cemburu, nyaman, egois, sepi dan sebagainya.

KONVENSI NASKAH

Konvensi naskah adalah penulisan sebuah naskah berdasarkan ketentuan, aturan yang sudah lazim, dan sudah disepakati[1]. Para akademis di perguruan tinggi cenderung menjadikan kelaziman dan kesepakatan ini aturan baku. Namun, model naskah yang sudah lazim atau berdasarkan konvensi tidak hanya digunakan oleh akademisi di perguruan tinggi. Para professional dalam berbagai bidang disiplin ilmu yang bekerja pada lembaga pemerintahan dan swasta, baik dalam negeri maupun luar negeri senantiasa menggunakannya. Aturan pengetikan, pengorganisasian materi utama, pengorganisasian materi lengkap, bahasa, dan kelengkapan penulisan lainnya merupakan konvensi naskah yang biasanya digunakan  

DAFTAR PUSTAKA (REFERENCE)

Dewasa ini banyak sumber informasi yang dapat dipakai untuk menulis tulisan ilmiah dalam majalah ilmiah, skripsi, tesis dan disertasi yang tidak hanya terbatas dari sumber informasi dari buku atau laporan saja, tetapi juga dari internet, surat kabar, laporan lembaga, tesis/disertasi orang lain atau dari sumber kedua yang dikutip oleh seorang penulis, dan sebagainya. Dalam penulisan sebuah buku, artikel ilmiah, jurnal atau skripsi harus memiliki kutipan, teori atau pendapat para ahli sebagai acuan atau pendukung tulisan kita. Namun, agar tidak dikatakan plagiat, kita membutuhkan daftar pustaka atau reference di dalam tulisan kita.

CATATAN KAKI (FOOT NOTE)

Pernyataan ilmiah yang kita gunakan dalam tulisan kita harus mencakup beberapa hal. Pertama kita harus mengidentifikasikan orang yang membuat pernyataan tersebut. Kedua, kita harus pula dapat mengidentifikasikan media komunikasi ilmiah tempat pernyataan itu dimuat atau disampaikan. Ketiga, harus pula dapat mengidentifikasikan lembaga yang menerbitkan publikasi ilmiah tersebut serta tempat dan itu tidak diterbitkan, tetapi disampaikan dalam bentuk seminar, maka harus disebutkan tempat, waktu dan lembaga yang melakukan kegiatan tersebut. Sumber yang lengkap tercantum di dalam daftar kepustakaan. Untuk skripsi/teks sumber dinyatakan dalam bentuk catatan kaki. Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan  ilmiah . Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/ bibliografi .

KUTIPAN

Gambar
Setiap orang pasti pernah melakukan kutipan, namun masih banyak yang belum tahu tentang bagaimana etika mengutip yang baik dan benar, bahkan masih banyak juga orang yang mengutip tulisan karya orang lain tanpa menuliskan sumber asalnya dan mereka hanya tinggal mengutip saja. Dalam penulisan karya ilmiah dan skripsi jika tulisan itu diambil dari kutipan karya orang lain, maka harus dicantumkan sumber kutipannya. Hal ini berhubungan dengan etika seseorang dalam mengutip karya orang lain. Mengutip merupakan pekerjaan yang dapat menunjukkan kredibilitas penulis. Oleh karena itu, mengutip harus dilakukan secara teliti, cermat, dan bertanggung jawab. Hariwijaya dan Triton (2011: 151) mengatakan bahwa ketika mengutip perlu dipelajari bagaimana teknik pengutipan sesuai dengan standar ilmiah (penambahan kata dengan oleh penulis). Untuk itu, perlu diperhatikan hal berikut: (1) mengutip sehemat-hematnya, (2) mengutip jika dirasa sangat perlu semata-mata, dan (3) terlalu ba...

TOPIK, TEMA DAN JUDUL

Bagi penulis pemula, berbagai pendekatan digunakan dalam proses penulisan, dan sering penulis kehilangan ide, ataupun tidak tahu dari mana dan hendak kemana tulisan nya diarahkan. Untuk membantu penulis menyajikan dan mengembangkan gagasannya, berikut ini disajikan suatu pola, yang dapat dipandang sebagai suatu heuristic dalam penulisan.  Untuk penulis yang berpengalaman, mereka tidak terlalu mengalami kesulitan dalam menyajikan gagasan mereka dalam tulisan ilmiah.  Tahapan penulisan itu adalah Tahap Prapenulisan (Penentuan Topik, Penentuan Judul , Pemilihan Bahan dan Pembuatan Kerangka Karangan), Tahap Penulisan (Penyusunan Paragraf, Penyusunan Kalimat, Pemilihan Kata dan Pemakaian Ejaan) dan Tahap Revisi (Pemeriksaan atau Penyuntingan (editing) dan Pembacaan Ulang). Dalam posting kali ini saya akan membahas mengenai Tahap Prapenulisan (Topik, Tema dan Judul).